Kabupaten Probolinggo kembali menghadirkan sebuah festival budaya dan alam yang menarik. Seven Lakes Festival 2025 siap menjadi daya tarik utama bagi para pelancong. Perhelatan ini akan diselenggarakan di kawasan Ranu Segaran, Desa Segaran, Kecamatan Tiris.
Acara ini digelar selama sembilan hari, dari tanggal 8 hingga 16 November 2025. Konsep utamanya adalah memadukan pelestarian alam dengan kekayaan budaya lokal. Prosesi pembukaan akan menampilkan penyatuan tujuh air dari tujuh danau di wilayah tersebut.
Pengunjung dapat menikmati beragam aktivitas. Mulai dari pertunjukan seni seperti batik show dan sendratari kolosal “Amuksaning Rengganis”. Ada juga festival budaya yang menampilkan kearifan lokal masyarakat setempat.
Bagi pencinta aktivitas luar ruangan, festival ini menawarkan lomba fotografi, trail run, dan off-road. Kontes kambing serta festival perahu naga di perairan Ranu Segaran juga menjadi sorotan. Festival kopi turut hadir untuk melengkapi pengalaman wisata.
Momentum ini menjadi penting untuk memperkenalkan potensi daerah. Tujuannya adalah mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal sekaligus mempromosikan destinasi ke tingkat nasional.
Poin Penting
- Seven Lakes Festival 2025 diadakan di Ranu Segaran, Desa Segaran.
- Jadwal pelaksanaan dari 8 hingga 16 November 2025.
- Mengusung konsep culture nature tourism.
- Menampilkan beragam kegiatan seni, budaya, dan olahraga.
- Festival perahu naga menjadi salah satu atraksi utama.
- Festival kopi menawarkan cita rasa khas lokal.
- Bertujuan mempromosikan potensi wisata dan menggerakkan ekonomi.
Latar Belakang Event dan Konteks Pelestarian Alam
Seven Lakes Festival 2025 memiliki landasan kuat dalam komitmen terhadap konservasi lingkungan dan pengembangan pariwisata berkelanjutan. Perhelatan ini berakar dari upaya melestarikan kekayaan ekosistem sembari mengoptimalkan potensi lokal.

Pentingnya Pelestarian Alam di Probolinggo
Wilayah ini memiliki kekayaan ekosistem yang luar biasa. Tujuh danau dan tujuh air terjun menjadi aset penting bagi kehidupan. Pelestarian alam menjadi prioritas utama untuk menjaga keseimbangan ekosistem.
Akhmad Faizal selaku Administratur Perhutani KPH Probolinggo menegaskan komitmen ini. “Kehadiran Perhutani merupakan wujud nyata dukungan terhadap pelestarian alam dan pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar hutan,” ujarnya.
Sinergi antara Pemerintah dan Masyarakat
Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci kesuksesan kegiatan ini. Pemerintah daerah, Perhutani, dan masyarakat lokal bekerja sama menciptakan pengelolaan hutan yang berkelanjutan.
| Pihak Terkait | Peran dalam Konservasi | Manfaat untuk Masyarakat | Dampak Jangka Panjang |
|---|---|---|---|
| Perhutani | Pengelolaan kawasan hutan | Pemberdayaan ekonomi | Kelestarian ekosistem |
| Pemerintah Daerah | Kebijakan dan regulasi | Pengembangan infrastruktur | Pertumbuhan ekonomi lokal |
| Masyarakat Lokal | Partisipasi aktif | Peningkatan pendapatan | Warisan untuk generasi mendatang |
Sinergi ini tidak hanya fokus pada konservasi. Namun juga pada pemberdayaan ekonomi melalui sektor kreatif berbasis kearifan lokal. Festival diharapkan menjadi agenda berkelanjutan yang memberikan manfaat multipihak.
Informasi Lokasi: Keindahan Ranu Segaran
Ranu Segaran menawarkan panorama alam yang memukau dengan danau jernih dikelilingi pegunungan hijau. Lokasi ini berada di Desa Segaran, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo.

Pesona Alam dan Potensi Ranu Segaran
Danau ini memiliki ekosistem yang masih terjaga dengan baik. Airnya yang jernih memantulkan keindahan alam sekitar.
Pemandangan pegunungan menciptakan latar belakang yang sempurna. Potensi pengembangan destinasi ini sangat besar untuk menarik pengunjung.
Peran Perhutani dalam Mendukung Kegiatan
Akhmad Faizal dari Perhutani KPH Probolinggo menegaskan pentingnya Ranu Segaran. Danau ini merupakan aset berharga bagi masyarakat Tiris.
Perhutani memiliki peran strategis dalam pengelolaan kawasan. Mereka memastikan keseimbangan antara konservasi dan pemanfaatan untuk kesejahteraan.
| Aspek Pengembangan | Potensi Saat Ini | Rencana Masa Depan | Dampak bagi Masyarakat |
|---|---|---|---|
| Keindahan Alam | Pemandangan danau dan pegunungan | Pengembangan spot foto strategis | Peningkatan kunjungan wisatawan |
| Fasilitas Pendukung | Akses jalan dan area parkir | Pembangunan sarana edukasi | Peluang usaha baru |
| Aktivitas Wisata | Festival dan kegiatan alam | Program berkelanjutan | Pemberdayaan ekonomi kreatif |
Pengembangan Ranu Segaran dilakukan secara bertahap. Tujuannya menciptakan destinasi pariwisata yang berkelanjutan dan bermanfaat luas.
Rangkaian Acara Seven Lakes Festival
Pembukaan seven lakes festival diawali dengan prosesi simbolis yang mengandung makna filosofis mendalam. Acara dimulai dengan penyatuan tujuh air dari tujuh danau yang dituangkan ke kendi besar.
Prosesi Penyatuan Tujuh Air dan Maknanya
Prosesi dilaksanakan Bupati bersama tamu undangan di panggung apung. Ritual ini menjadi simbol harmoni dan persaudaraan masyarakat.
Angka tujuh dianggap sebagai angka kesempurnaan dalam berbagai aspek kehidupan. Hal ini tercermin dari tujuh hari seminggu hingga tujuh lapis langit.
Acara Hiburan dan Budaya yang Ditawarkan
Lakes festival menampilkan beragam pertunjukan seni budaya yang menarik. Batik show dan sendratari kolosal “Amuksaning Rengganis” menjadi highlight utama.
Berbagai kegiatan olahraga dan kompetisi turut memeriahkan acara. Mulai dari lomba fotografi, trail run, off-road, hingga kontes kambing tradisional.
Festival kopi menghadirkan cita rasa khas lokal yang unik. Sementara festival perahu naga di perairan danau Ranu Segaran menjadi atraksi paling dinanti.
Seluruh rangkaian acara berlangsung hingga 16 November 2025. Pengunjung dapat menikmati kekayaan alam dan budaya Kabupaten Probolinggo secara lengkap.
Peran Pemerintah Daerah dan Komitmen Bupati Probolinggo
Kepemimpinan Bupati Mohammad Haris menjadi faktor kunci dalam keberhasilan penyelenggaraan acara budaya ini. Bupati Probolinggo yang akrab disapa Gus Haris menegaskan pentingnya festival sebagai simbol kebangkitan.
Pernyataan Gus Haris tentang Kebangkitan Ekonomi
Dalam sambutannya, Gus Haris menyatakan bahwa wilayah ini memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Festival menjadi momentum untuk menghidupkan kembali budaya sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
Ia mengungkapkan visi besar untuk transformasi ekonomi lokal. Tiris dan Krucil yang sebelumnya tertinggal kini memiliki potensi berkembang melalui pariwisata.
Kolaborasi Lintas Sektor dalam Pembangunan Pariwisata
Bupati menekankan pentingnya kerja sama antar berbagai sektor. Pemerintah daerah, Perhutani, pelaku usaha, dan masyarakat bersinergi memperkenalkan potensi lokal.
| Sektor Terlibat | Peran dalam Kolaborasi | Kontribusi untuk Pembangunan |
|---|---|---|
| Pemerintah Daerah | Kebijakan dan infrastruktur | Dukungan regulasi dan fasilitas |
| Perhutani | Pengelolaan kawasan | Konservasi dan pemberdayaan |
| Pelaku Usaha | Investasi dan promosi | Pengembangan produk wisata |
| Masyarakat Lokal | Partisipasi aktif | Pelestarian budaya dan alam |
Kolaborasi ini menciptakan ekosistem yang berkelanjutan. Berbagai bidang seperti transportasi, kuliner, dan kerajinan mendapat manfaat dari kunjungan pengunjung.
Implikasi “event wisata Probolinggo” Terhadap Perekonomian Lokal
Berbagai sektor usaha mengalami geliat signifikan selama festival berlangsung. Peningkatan penghasilan dirasakan oleh pelaku usaha mulai dari transportasi hingga akomodasi.
Dampak Ekonomi pada Sektor Jasa dan UMKM
Agus Subianto, pelaksana kegiatan, menjelaskan bahwa jasa ojek wisata menerapkan tarif standar. Sistem ini memastikan keselamatan pengunjung dengan harga Rp 10.000 sekali jalan.
Pedagang lokal seperti Sulis mencatat penjualan meningkat pesat. Minuman segar dan makanan ringan menjadi favorit pengunjung festival.
Sektor akomodasi di Krucil mengalami keterisian penuh sejak H-2. Homestay dan hotel sekitar Bremi Eko Park tidak memiliki kamar kosong.
| Sektor Usaha | Dampak Ekonomi | Contoh Nyata | Periode Puncak |
|---|---|---|---|
| Transportasi | Peningkatan pendapatan 300% | Jasa ojek wisata | Selama festival |
| UMKM Kuliner | Penjualan naik 250% | Pedagang kaki lima | Hari weekend |
| Akomodasi | Occupancy rate 100% | Homestay Bremi | H-2 hingga H+1 |
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Kegiatan Festival
Bupati menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menggerakkan ekonomi masyarakat. Semakin banyak pengunjung datang, semakin besar dampak positif bagi warga.
Transformasi ekonomi terjadi tidak hanya selama acara berlangsung. Peluang usaha baru terbuka untuk masyarakat setempat secara berkelanjutan.
Menurut laporan perkembangan, seluruh sektor terkait merasakan manfaat nyata. Hal ini menjadi bukti kesuksesan program pemberdayaan.
Festival Pendukung Sektor Pariwisata dan Budaya Lokal
Pendekatan culture nature tourism menjadi landasan utama dalam penyelenggaraan rangkaian acara pendukung. Konsep ini memadukan pelestarian alam budaya lokal dengan pengembangan sektor kreatif.
Festival Batik, Kopi, dan Sendratari Kolosal
Festival batik menampilkan keunikan motif tradisional khas daerah. Kegiatan ini mendorong pelestarian warisan tekstil budaya lokal.
Festival kopi menghadirkan varian kopi berkualitas dari lereng pegunungan. Pengunjung dapat mencicipi sekaligus belajar proses produksi kopi.
Sendratari kolosal “Amuksaning Rengganis” menjadi pertunjukan spektakuler. Ratusan penari dan seniman lokal terlibat dalam pagelaran ini.
Pendekatan Culture Nature Tourism untuk Pelestarian Budaya
Bupati Gus Haris menegaskan komitmen pelestarian lingkungan. “Alam bukan warisan nenek moyang, melainkan titipan anak cucu,” ujarnya.
Umil Sulistyoningsih memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan festival. Kegiatan ini memperkuat sektor pariwisata dan membuka ruang kreativitas.
Pendekatan alam budaya menekankan keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya dan pelestarian. Festival menjadi wadah pemberdayaan UMKM dan pelaku seni.
Inovasi dan Harapan untuk Masa Depan Pariwisata Probolinggo
Keberhasilan penyelenggaraan Seven Lakes Festival 2025 membuka babak baru bagi pengembangan destinasi di kawasan Tiris Krucil. Berbagai inovasi terlihat dalam penggabungan elemen alam, budaya, dan olahraga yang menarik beragam segmen pengunjung.
Strategi Pengembangan Wisata Berkelanjutan
Akhmad Faizal menyatakan harapan bahwa kegiatan seperti ini menjadi agenda berkelanjutan. Manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi masyarakat sekitar hutan menjadi prioritas utama.
Pedagang lokal Sulis berharap destinasi di Tiris Krucil tetap ramai dikunjungi wisatawan. Pengenalan yang lebih luas di tingkat nasional akan menarik lebih banyak pengunjung.
| Aspek Pengembangan | Strategi Jangka Pendek | Rencana Jangka Panjang | Target Pencapaian |
|---|---|---|---|
| Infrastruktur | Peningkatan akses jalan | Pengembangan fasilitas lengkap | Kenyamanan pengunjung |
| Kapasitas Masyarakat | Pelatihan pelaku wisata | Kemandirian ekonomi kreatif | Pemberdayaan lokal |
| Promosi Digital | Media sosial aktif | Platform nasional | Jangkauan luas |
Umil Sulistyoningsih menekankan pentingnya dukungan lintas sektor. Kolaborasi pemerintah, komunitas, dan masyarakat akan membawa kemajuan nyata bagi sektor pariwisata daerah.
Pengembangan Seven Lakes sebagai destinasi unggulan memerlukan komitmen jangka panjang. Keseimbangan antara pemanfaatan ekonomi dan pelestarian lingkungan menjadi kunci kesuksesan.
Kesimpulan
Keberlangsungan Seven Lakes Festival 2025 menandai pencapaian penting dalam pengembangan destinasi berbasis alam dan budaya. Perhelatan di Ranu Segaran ini sukses memadukan pelestarian lingkungan dengan promosi kekayaan lokal.
Dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat sangat signifikan. Berbagai sektor seperti transportasi, kuliner, dan akomodasi mengalami peningkatan pendapatan yang nyata.
Komitmen Bupati Probolinggo Gus Haris dalam transformasi ekonomi daerah melalui pariwisata patut diapresiasi. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci kesuksesan pengembangan berkelanjutan.
Keindahan alam sekitar danau Ranu Segaran terus memikat wisatawan. Harapannya, festival ini menjadi agenda tahunan yang membawa manfaat jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.


Leave a Reply