Sebuah hajatan akbar sukses digelar untuk pertama kalinya di kawasan ini. Acara tersebut berlangsung selama tujuh hari penuh, tepatnya pada 7-9 dan 13-16 November 2025. Rangkaian kegiatan menghadirkan pesona alam, budaya, dan olahraga petualangan dalam satu kemasan.
Lokasi penyelenggaraan berpusat di area 7 Ranu, yang mencakup Kecamatan Tiris dan Krucil. Kawasan ini memperkenalkan keindahan danau-danau alami yang sebelumnya masih tersembunyi. Tema “Menelusuri Jejak Dewi Rengganis, Merayakan Alam Probolinggo” menjadi panduan acara, menggabungkan unsur sejarah lokal dengan promosi potensi wisata.
Antusiasme pengunjung dan peserta tetap tinggi hingga hari penutupan, bahkan saat diguyur hujan. Hal ini menunjukkan minat publik yang besar terhadap acara semacam ini. Keberhasilan hajatan ini menjadi berita penting dalam perkembangan pariwisata daerah.
Artikel ini akan memberikan informasi lengkap dan faktual mengenai seluruh aspek acara tersebut. Tujuannya adalah untuk menjadi referensi bagi wisatawan yang ingin mengetahui detail lebih lanjut.
Poin Penting
- Acara besar pertama yang memadukan alam, budaya, dan olahraga di wilayah tersebut.
- Berlangsung selama 7 hari di bulan November 2025.
- Lokasi utama di kawasan 7 Ranu, Kecamatan Tiris dan Krucil.
- Mengangkat tema yang menghubungkan legenda lokal dengan keindahan alam.
- Menjadi momentum penting bagi kemajuan sektor pariwisata setempat.
- Antusiasme peserta dan pengunjung sangat tinggi selama acara berlangsung.
Latar Belakang Festival Probolinggo
Inisiatif strategis Pemerintah Kabupaten Probolinggo melahirkan sebuah hajatan budaya berskala nasional. Gagasan ini muncul sebagai respons terhadap potensi wisata alam yang belum terekspos secara maksimal.
Bupati setempat menyebut ajang ini sebagai tonggak penting kebangkitan pariwisata daerah. Rencana penyelenggaraan melibatkan berbagai pihak untuk mewujudkan perhelatan berskala nasional.
Sejarah dan Asal Usul
Nama Seven Lakes Festival terinspirasi dari tujuh danau alami di kawasan 7 Ranu. Wilayah Tiris dan Krucil ini memiliki nilai sejarah dan budaya panjang bagi masyarakat lokal.
Konsep acara menggabungkan keindahan alam dengan warisan legenda Dewi Rengganis. Cerita rakyat ini menjadi bagian penting dari warisan budaya daerah tersebut.

Perkembangan Festival dari Waktu ke Waktu
Meskipun merupakan penyelenggaraan pertama, pemerintah berkomitmen menjadikan acara ini sebagai agenda tahunan. Rencana keberlanjutan sudah dipersiapkan sejak awal perencanaan.
Proses persiapan melibatkan koordinasi intensif antara pemangku kepentingan. Hal ini menunjukkan komitmen serius dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Target jangka panjang adalah menjadikan acara ini sebagai ikon pariwisata nasional yang memperkenalkan kekayaan alam dan budaya lokal.
Tema dan Konsep Festival: Menelusuri Jejak Dewi Rengganis
Konsep utama perhelatan mengangkat kisah mitologi yang melekat erat dengan identitas daerah setempat. Tema “Menelusuri Jejak Dewi Rengganis, Merayakan Alam Probolinggo” menjadi benang merah seluruh acara.

Makna Filosofis Tema
Dewi Rengganis merupakan figur penting dalam legenda lokal. Sosok ini dipilih sebagai tema sentral karena simbolisasi nilai-nilai luhur.
Tema mengandung pesan tentang harmoni antara manusia dan lingkungan. Juga menekankan pentingnya pelestarian warisan leluhur.
| Nilai Filosofis | Makna | Implementasi | Target |
|---|---|---|---|
| Harmoni dengan Alam | Keseimbangan kehidupan | Aktivitas ekowisata | Pelestarian lingkungan |
| Pelestarian Budaya | Warisan nenek moyang | Pentas tradisional | Generasi muda |
| Identitas Lokal | Jati diri daerah | Kisah legenda | Promosi wisata |
| Kearifan Lokal | Nilai tradisional | Ritual adat | Penguatan budaya |
Relevansi dengan Budaya Lokal
Julukan “Bumi Rengganis” mencerminkan identitas budaya yang kuat di kota Probolinggo. Tema ini berhasil mengintegrasikan unsur budaya lokal dengan promosi wisata alam.
Seven Lakes Festival menghidupkan kembali tradisi yang hampir terlupakan. Upaya ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan masyarakat.
Rangkaian Acara di Seven Lakes Festival Probolinggo Paradise 2025
Perhelatan tujuh hari ini menghadirkan beragam kegiatan yang memadukan unsur budaya, seni, dan petualangan alam. Jadwal lengkap berlangsung dari 7-9 dan 13-16 November 2025 di kawasan danau.
Rangkaian acara dirancang untuk menarik berbagai kalangan pengunjung. Mulai dari pecinta tradisi hingga penyuka olahraga ekstrem.
Jadwal dan Highlight Hari Pertama
Hari pembukaan pada 7 November 2025 dimulai dengan Cultural Ritual and Soft Launch. Acara ini menandai dimulainya seluruh kegiatan lakes festival 2025.
Lomba Fotografi & Video memberikan kesempatan mendokumentasikan keindahan seven lakes. Peserta bisa mengabadikan momen spesial selama event berlangsung.
Pertunjukan Musik Okkol dan Pentas Seni Budaya menampilkan kekayaan tradisional lokal. Hiburan “Genduk & Tebar Jala” menunjukkan atraksi khas pedesaan.
Untuk penggemar adrenalin, tersedia Canyoning dan Paramotor. Aktivitas ini menjadi daya tarik utama bagi wisatawan muda.
| Hari/Tanggal | Kegiatan Utama | Waktu | Lokasi |
|---|---|---|---|
| 7 November 2025 | Cultural Ritual, Lomba Fotografi | 08.00-12.00 | Ranu Bedali |
| 7 November 2025 | Pertunjukan Okkol, Canyoning | 13.00-17.00 | Ranu Klakah |
| 8 November 2025 | Grand Opening, Fashion Festival | 09.00-15.00 | Ranu Segaran |
| 8 November 2025 | Off Road Gathering, Hiking | 16.00-18.00 | Area Trekking |
Hari kedua menampilkan Grand Opening “Unity of Seven Lakes” sebagai puncak pembukaan. 7 Lakes Fashion Festival “Harmony of Nature” memadukan mode dengan alam secara spektakuler.
Pengalaman Unik Menikmati Festival Alam dan Budaya
Pengalaman mendalam dalam menikmati perpaduan alam dan tradisi menjadi highlight bagi wisatawan. Berbagai aktivitas budaya memberikan wawasan tentang kearifan lokal setempat.
Petik Ranu & Larung Sesaji
Ritual Petik Ranu merupakan upacara pengambilan air suci dari danau untuk keperluan adat. Prosesi ini memiliki makna spiritual yang dalam bagi masyarakat sekitar.
Larung Sesaji menjadi bentuk penghormatan kepada penguasa alam. Kegiatan ini dilakukan sebagai permohonan berkah bagi komunitas lokal di kawasan Ranu Segaran.
Pentas Musik dan Pertunjukan Seni Tradisional
Pertunjukan musik Okkol menampilkan kesenian khas daerah tersebut. Gethek dan tebar jala menjadi atraksi yang memukau pengunjung.
Pameran seni menghadirkan karya-karya seniman lokal. Hyang Argopuro Coffee Festival memperkenalkan produk kopi unggulan dari kota Probolinggo.
Atraksi penyatuan tujuh mata air di pembukaan menjadi momen simbolis kekayaan alam budaya. Sendratari Amuksaning Rengganis menceritakan kisah legendaris dengan kemasan modern.
Penutupan Festival dan Sorotan Acara Proboventure
Hari terakhir perhelatan budaya alam ini diwarnai dengan antusiasme peserta yang tidak surut. Acara penutupan lakes festival probolinggo berlangsung pada Minggu sore, 16 November 2025.
Rest Area Betek di Desa Betek, Kecamatan Krucil menjadi lokasi penutupan resmi. Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto memimpin langsung acara sebagai Ketua Pelaksana.
Proboventure menjadi sorotan utama dengan sesi pengundian hadiah. Momen ini menjadi puncak keramaian dan semangat para peserta probolinggo paradise 2025.
| Waktu | Kegiatan | Lokasi Spesifik | Penanggung Jawab |
|---|---|---|---|
| 16.00 WIB | Sambutan Penutupan | Panggung Utama | Sekda Ugas Irwanto |
| 16.30 WIB | Pengundian Proboventure | Area Publik | Panitia Acara |
| 17.00 WIB | Penyerahan Hadiah | Panggung Utama | Camat Krucil |
| 17.30 WIB | Doa Penutup | Seluruh Area | Tokoh Masyarakat |
Camat Krucil Febrya Ilham Hidayat hadir bersama pejabat Pemkab lainnya. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh pemerintah terhadap perkembangan pariwisata.
Meski hujan mengguyur kawasan Krucil, para pengunjung tetap bertahan hingga akhir. Dedikasi ini mencerminkan minat publik yang tinggi terhadap acara serupa.
Suasana penutupan yang meriah menjadi berita positif bagi kemajuan pariwisata daerah. Momentum ini diharapkan dapat berlanjut di tahun-tahun berikutnya.
Peran Pemerintah dalam Pengembangan Pariwisata
Kepemimpinan pemerintah daerah menjadi faktor kunci dalam kesuksesan acara budaya alam ini. Dukungan penuh dari jajaran pemerintahan lokal memastikan kelancaran penyelenggaraan hajatan berskala nasional tersebut.
Dukungan Sekretaris Daerah dan Bupati Probolinggo
Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris menempatkan pengembangan wisata sebagai prioritas utama. Visinya adalah memposisikan kabupaten Probolinggo sebagai destinasi nasional dengan keunikan tersendiri.
“Festival ini adalah penanda semangat baru Kabupaten Probolinggo untuk tampil di panggung nasional. Kami ingin menunjukkan bahwa Probolinggo bukan hanya tentang Gunung Bromo, tapi juga memiliki surga tersembunyi berupa tujuh ranu yang luar biasa.”
Sekretaris Daerah kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto menjabat sebagai Ketua Pelaksana dengan tanggung jawab penuh. Ia memastikan koordinasi antar instansi pemerintah berjalan efektif.
Komitmen pemerintah daerah terhadap keberlanjutan acara ini sangat jelas. Rencana menjadikannya agenda tahunan menunjukkan keseriusan dalam membangun sektor pariwisata.
Dukungan dari berbagai pihak termasuk sponsor dan komunitas lokal mendapat apresiasi tinggi. Sinergi ini menjadi fondasi penting untuk pengembangan wisata di kota Probolinggo ke depan.
Kegiatan Olahraga dan Petualangan Ekstrem
Rangkaian kegiatan olahraga ekstrem menjadi daya tarik utama bagi penggemar petualangan alam. Berbagai kompetisi menghadirkan tantangan fisik dengan latar belakang pemandangan spektakuler.
Lomba Off Road 4×4 dan MTB Enduro
Off Road 4×4 Family Gathering menantang peserta melintasi medan ekstrem kawasan 7 Ranu. Kegiatan ini menjadi favorit para penggemar olahraga otomotif.
MTB Enduro menghadirkan trek menantang bagi pesepeda gunung profesional dan amatir. Lomba ini digelar pada 9 November dengan antusiasme tinggi.
Lomba Arung Jeram dan Trail Run
Sprint race arung jeram dan Kejurprov Arung Jeram 2025 menjadi ajang kompetisi tingkat provinsi. Kegiatan air ini menarik banyak peserta berpengalaman.
Open trail run Probolinggo SAE mengajak pelari menelusuri jalur alami sekitar danau. Pemandangan spektakuler menjadi nilai tambah lomba lari ini.
Adventure Race dan Kontes Unik
Adventure race menguji ketahanan fisik dan mental peserta melalui kombinasi aktivitas. Probo Fight Club in The Jungle menghadirkan pertandingan bela diri di alam terbuka.
Kontes unik seperti lomba memancing dan kontes domba menambah keberagaman kegiatan. Dayung perahu naga di Ranu Segaran menggabungkan olahraga air dengan keindahan alam.
Pentas Seni Tradisional dan Kontemporer
Kolaborasi antara seni tradisional dan kontemporer menghadirkan pengalaman estetika yang memukau bagi pengunjung. Berbagai pertunjukan artistik menjadi bagian integral dari rangkaian acara tersebut.
Kreasi seni yang dipentaskan mencerminkan kekayaan warisan budaya daerah setempat. Penggabungan elemen modern dengan tradisi lokal menghasilkan tampilan yang segar dan menarik.
Sendratari Amuksaning Rengganis
Sendratari kolosal “Amuksaning Rengganis” menjadi highlight utama dalam pentas seni. Pertunjukan ini menceritakan kisah legendaris Dewi Rengganis dengan kemasan dramatis.
Puluhan penari dan pemain terlibat dalam produksi besar ini. Mereka menggabungkan tari tradisional dengan elemen teater modern.
Nilai sejarah dan budaya disampaikan melalui gerakan yang penuh makna. Sendratari ini berhasil menghidupkan kembali legenda lokal untuk generasi masa kini.
Batik show juga menjadi bagian penting dari pertunjukan seni. Kegiatan ini menampilkan keindahan dan keragaman motif batik khas daerah tersebut.
Format pertunjukan fashion membuat tampilan batik lebih menarik. Pengunjung dari berbagai kalangan terpukau dengan kekayaan seni yang ditampilkan.
Sinergi antara seni tradisional dan kontemporer menciptakan pengalaman unik. Kota Probolinggo berhasil menunjukkan identitas budayanya melalui berbagai pentas seni tersebut.
Inovasi dalam Festival: Fusion Budaya dan Adrenalin
Keunikan utama dari perhelatan ini terletak pada perpaduan harmonis antara elemen tradisional dan modern yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Konsep fusion menjadi pembeda yang signifikan dengan acara serupa di Indonesia.
Pengunjung dapat mengalami kontras menarik antara ketenangan ritual budaya lokal dengan intensitas kegiatan petualangan ekstrem. Suara gamelan tradisional berbaur dengan deru motor trail menciptakan atmosfer unik.
Strategi penyelenggara berhasil menarik segmen pengunjung beragam. Keluarga menikmati pentas seni sementara pecinta adrenalin mengikuti lomba olahraga ekstrem.
Aroma kuliner khas pedesaan menyatu dengan pemandangan alam danau yang memukau. Pengalaman holistik ini mendapat respons positif dari peserta.
Inovasi dalam seven lakes festival menawarkan sesuatu untuk semua kalangan. Konsep ini menjadi contoh sukses integrasi warisan budaya dengan kegiatan modern.
Kolaborasi Pemerintah, Masyarakat, dan Sponsor
Kolaborasi multipihak menjadi kunci keberhasilan penyelenggaraan acara budaya alam berskala nasional ini. Sinergi antara tiga pilar utama—pemerintah, komunitas lokal, dan mitra sponsor—menciptakan fondasi yang kuat untuk pelaksanaan yang optimal.
Pemerintah kabupaten probolinggo berperan sebagai inisiator dan regulator, sementara masyarakat lokal terlibat aktif sebagai pelaksana dan penerima manfaat. Sponsor memberikan dukungan finansial yang memungkinkan skala acara lebih besar.
Sinergi untuk Peningkatan Ekonomi Lokal
Kolaborasi ini menghasilkan dampak ekonomi signifikan bagi pelaku UMKM sekitar. Masyarakat berperan sebagai panitia, penyedia akomodasi, pedagang kuliner, dan pemandu wisata.
Bupati setempat menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk memperkenalkan potensi daerah. Acara ini menjadi simbol gotong royong dalam memajukan pariwisata lokal.
Sekda Ugas Irwanto mengapresiasi dukungan semua pihak yang terlibat. Sinergi ini tidak hanya sukses menyelenggarakan acara, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan promosi wisata daerah.
Dampak Positif Festival Probolinggo terhadap UMKM dan Ekonomi
Gelaran budaya tahun ini memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi pelaku usaha lokal. Peningkatan omzet terjadi pada berbagai sektor selama tujuh hari penyelenggaraan.
Pedagang makanan dan minuman mengalami kenaikan penjualan hingga 300%. Souvenir khas daerah juga laris dibeli pengunjung dari berbagai wilayah.
| Sektor UMKM | Peningkatan Omzet | Jumlah Pelaku | Dampak Jangka Panjang |
|---|---|---|---|
| Kuliner & Minuman | 200-300% | 150+ pedagang | Pengembangan produk baru |
| Souvenir & Kerajinan | 150-250% | 80+ pengrajin | Ekspansi pasar |
| Akomodasi & Homestay | 100-200% | 50+ penyedia | Peningkatan kualitas |
| Jasa Pemandu Wisata | 180-220% | 30+ pemandu | Pelatihan profesional |
Komunitas seni mendapat wadah untuk menampilkan karya mereka. Kelompok pecinta alam terlibat sebagai pemandu kegiatan petualangan.
“Alhamdulillah kegiatan puncak Proboventure ini berjalan luar biasa. Peserta dan penontonnya sangat banyak. InsyaAllah kegiatan ini akan kita agendakan setiap tahun.”
Rencana menjadikan acara sebagai agenda tahunan memberikan kepastian bagi masyarakat. Berita positif ini menjadi motivasi bagi pengembangan wisata daerah lain.
Pelaku UMKM di kabupaten probolinggo mendapat kesempatan emas memasarkan produk. Festival 2025 menjadi bukti nyata dampak positif kegiatan budaya terhadap perekonomian lokal.
Peran Perhutani dan Pelestarian Alam di Festival
Perhutani KPH Probolinggo memainkan peran strategis dalam mendukung keberlangsungan acara budaya alam melalui komitmen pelestarian lingkungan. Administratur Perhutani KPH Probolinggo, Akhmad Faizal, menegaskan bahwa kehadiran institusi ini merupakan wujud nyata dukungan terhadap konservasi alam.
Dukungan Terhadap Ekowisata
Perhutani memberikan dukungan penuh terhadap konsep ekowisata yang berkelanjutan. Kegiatan didesain untuk tidak merusak ekosistem alami kawasan ranu segaran.
Prinsip-prinsip ramah lingkungan diterapkan secara konsisten. Hal ini menjaga keseimbangan antara pemanfaatan dan konservasi wisata alam.
Pengembangan Ekonomi Kreatif
Peran Perhutani juga mencakup pengembangan ekonomi kreatif masyarakat sekitar hutan. Program pemberdayaan dilakukan untuk mengoptimalkan potensi tanpa eksploitasi berlebihan.
Sinergi antara pemerintah daerah, Perhutani, dan komunitas lokal menjadi model pengelolaan hutan yang produktif. Momentum ini diharapkan menumbuhkan kesadaran bersama dalam menjaga ekosistem.
“Ranu Segaran memiliki pesona alam yang luar biasa dan menjadi salah satu aset penting bagi masyarakat Tiris. Melalui kegiatan seperti Seven Lake Festival, kita tidak hanya memperkenalkan keindahan hutan dan danau, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat melalui sektor wisata, budaya, dan ekonomi kreatif.”
Potensi Wisata Alam: Ranu Segaran dan 7 Ranu
Kawasan tujuh ranu di Kecamatan Tiris menawarkan pesona alam yang masih terjaga keasliannya. Danau-danau ini tersembunyi di pedalaman dengan ekosistem yang unik.
Keindahan Alam Probolinggo
Ranu Segaran menjadi pusat dari rangkaian tujuh danau alami tersebut. Kejernihan air dan pemandangan hutan sekitarnya menciptakan atmosfer yang menenangkan.
Masing-masing ranu memiliki karakteristik khusus. Beberapa dikelilingi tebing, sementara lainnya memiliki pantai berpasir alami.
| Nama Ranu | Karakteristik Unik | Keistimewaan | Aksesibilitas |
|---|---|---|---|
| Ranu Segaran | Danau terbesar | Air jernih kebiruan | Mudah dijangkau |
| Ranu Bedali | Dikelilingi tebing | Pemandangan spektakuler | Perlu trekking ringan |
| Ranu Klakah | Vegetasi rapat | Spot birdwatching | Akses menengah |
| Ranu Pakis | Air tenang | Ideal untuk memancing | Jalan setapak |
Kawasan ini menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat sekitar. Nilai ekologisnya sangat penting bagi keseimbangan lingkungan.
Atraksi Dayung Perahu dan Motor Trail
Lomba dayung perahu naga di Ranu Segaran memanfaatkan keindahan danau secara optimal. Peserta dapat menikmati pemandangan sambil berkompetisi.
Motor trail adventure mengajak pengunjung menelusuri jalur menantang. Rute tersebut memberikan perspektif berbeda tentang keindahan alam sekitar.
Atraksi penyatuan tujuh mata air menjadi momen simbolis penting. Kegiatan ini menunjukkan kekayaan sumber air di kawasan tersebut yang mendukung program keberlanjutan lingkungan.
Strategi Pemasaran dan Promosi Festival Internasional
Pemanfaatan platform digital menjadi fokus utama dalam kampanye promosi perhelatan budaya tersebut. Pendekatan ini dirancang untuk menjangkau audiens nasional dan berpotensi internasional.
Digital Marketing dan Media Sosial
Platform media sosial seperti Instagram, Facebook, dan TikTok digunakan secara intensif. Konten visual menarik tentang keindahan alam dan kegiatan budaya menjadi daya tarik utama.
Strategi konten mengangkat keunikan acara mulai dari petualangan ekstrem hingga ritual tradisional. Kolaborasi dengan influencer dan content creator memperluas jangkauan promosi secara signifikan.
Sekretaris Daerah menyampaikan harapan melalui situs resmi pemerintah bahwa keberhasilan penyelenggaraan dapat meningkatkan arus wisatawan. “Semoga kegiatan positif ini menambah minat wisatawan untuk terus datang,” ujarnya.
Rencana jangka panjang menjadikan seven lakes festival sebagai event pariwisata internasional. Pembangunan citra positif melalui testimoni pengunjung dan liputan media menjadi prioritas.
Lakes festival diharapkan dapat memposisikan daerah sebagai destinasi wisata berkelas dunia. Strategi pemasaran yang komprehensif menjadi kunci kesuksesan pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Testimoni dan Pengalaman Pengunjung Festival
Testimoni pengunjung yang hadir memberikan gambaran autentik tentang kesan mereka selama acara. Berbagai cerita inspiratif mengungkap dampak positif dari perhelatan budaya tersebut.
Cerita Inspiratif dari Peserta dan Wisatawan
Peserta kegiatan olahraga ekstrem mengungkapkan kepuasan menyelesaikan tantangan di tengah alam. Mereka merasa terinspirasi oleh kombinasi petualangan dengan keindahan tujuh ranu.
Wisatawan terkesan dengan keramahan masyarakat lokal dan pesona alam yang masih alami. Banyak yang mengaku tidak menyangka potensi wisata daerah ini begitu besar.
Meski hujan mengguyur kawasan, pengunjung tetap bertahan hingga akhir acara. Dedikasi ini menunjukkan minat tinggi terhadap keunikan alam dan budaya.
Perpaduan budaya tradisional dengan petualangan modern menciptakan pengalaman berkesan. Banyak peserta berencana kembali dan merekomendasikan kepada orang lain.
Testimoni ini membuktikan keberhasilan lakes festival probolinggo dalam memperkenalkan keunikan daerah. Acara berhasil menampilkan sisi lain yang selama ini kurang terekspos.
Kesimpulan
Perhelatan budaya alam pada November 2025 berhasil menjadi tonggak baru bagi pariwisata kabupaten Probolinggo. Lakes festival 2025 membuktikan potensi wisata Tiris dan Krucil yang selama ini tersembunyi.
Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris bersama jajarannya berkomitmen menjadikan acara ini agenda tahunan. Rangkaian kegiatan seperti dayung perahu, off-road, dan trail run menunjukkan keunikan destinasi.
Acara ini menjadi simbol kolaborasi pemerintah daerah, masyarakat, dan berbagai pihak. Keberhasilan Probolinggo Paradise 2025 menginspirasi pengembangan wisata berkelanjutan.
Pemkab optimistis kota Probolinggo memiliki daya tarik wisata kompetitif. “Festival tujuh danau ini membuktikan kami memiliki lebih dari sekadar Gunung Bromo,” tegas Sekda Ugas.
Seven lakes telah menunjukkan surga tersembunyi yang luar biasa. Dampak positif terhadap ekonomi dan pelestarian budaya lokal menjadi warisan berharga probolinggo 2025.


Leave a Reply