{"id":172,"date":"2026-01-02T10:58:46","date_gmt":"2026-01-02T03:58:46","guid":{"rendered":"https:\/\/calderaparkprobolinggo.com\/news\/gunung-bromo-destinasi-wisata-favorit-di-jawa-timur\/"},"modified":"2026-01-02T17:58:51","modified_gmt":"2026-01-02T10:58:51","slug":"gunung-bromo-destinasi-wisata-favorit-di-jawa-timur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/calderaparkprobolinggo.com\/news\/en\/gunung-bromo-destinasi-wisata-favorit-di-jawa-timur\/","title":{"rendered":"Gunung Bromo, Destinasi Wisata Favorit di Jawa Timur"},"content":{"rendered":"<p>Kawasan ini merupakan salah satu objek <strong>wisata<\/strong> paling ikonik di Indonesia. Letaknya berada di Provinsi <strong><span>Jawa Timur<\/span><\/strong> dan menjadi magnet bagi banyak pengunjung. Pemandangan alamnya yang menakjubkan menarik perhatian dari berbagai kalangan.<\/p>\n<p>Destinasi ini terletak pada ketinggian 2.614 meter di atas permukaan laut. Statusnya sebagai gunung berapi aktif menambah daya tarik tersendiri. Lokasinya mencakup empat wilayah kabupaten: Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Malang.<\/p>\n<p>Kawasan ini merupakan bagian integral dari <strong>Taman Nasional Bromo Tengger Semeru<\/strong>. Luas kaldera atau lautan pasirnya mencapai sekitar 10 kilometer persegi. Fenomena matahari terbit di tempat ini memberikan pengalaman yang sangat memukau.<\/p>\n<p>Popularitasnya sebagai <strong>destinasi wisata<\/strong> unggulan tidak hanya karena <strong><span>keindahan alam<\/span><\/strong>nya. Faktor aksesibilitas dan keunikan pengalaman yang ditawarkan juga berperan besar. Kontribusinya terhadap ekonomi lokal di <strong><span>Jawa Timur<\/span><\/strong> cukup signifikan.<\/p>\n<h3>Poin Penting<\/h3>\n<ul>\n<li>Merupakan salah satu destinasi wisata paling populer di Jawa Timur<\/li>\n<li>Memiliki ketinggian 2.614 meter di atas permukaan laut<\/li>\n<li>Termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru<\/li>\n<li>Lautan pasir seluas 10 kilometer persegi menjadi daya tarik utama<\/li>\n<li>Menyajikan pemandangan matahari terbit yang spektakuler<\/li>\n<li>Terletak di empat wilayah kabupaten berbeda<\/li>\n<li>Mudah diakses dan menawarkan pengalaman wisata yang unik<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Pendahuluan dan Fakta Menarik<\/h2>\n<p>Asal-usul penamaan Bromo menyimpan makna filosofis yang mendalam terkait kepercayaan masyarakat setempat. Nama ini berasal dari Brahma, dewa utama dalam agama Hindu, yang dalam bahasa Sansekerta dieja sebagai Brama.<\/p>\n<p>Melalui proses adaptasi dialek masyarakat Jawa Timur, penyebutan tersebut kemudian berubah menjadi Bromo. Perubahan linguistik ini mencerminkan akulturasi budaya yang terjadi di kawasan tersebut.<\/p>\n<h3>Mengapa Gunung Bromo Istimewa?<\/h3>\n<p>Destinasi ini memiliki keunikan yang membedakannya dari objek wisata alam lainnya. Kombinasi antara <strong>keindahan alam<\/strong> dan nilai spiritual menciptakan pengalaman wisata yang komprehensif.<\/p>\n<p>Bagi Suku Tengger sebagai penduduk asli, kawasan ini dianggap sebagai gunung suci. Dimensi spiritual ini memberikan nuansa khusus bagi setiap kunjungan.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/calderaparkprobolinggo.com\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/wisata-bromo-keindahan-alam-1024x585.jpeg\" alt=\"wisata bromo keindahan alam\" title=\"wisata bromo keindahan alam\" width=\"1024\" height=\"585\" class=\"aligncenter size-large wp-image-174\" srcset=\"https:\/\/calderaparkprobolinggo.com\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/wisata-bromo-keindahan-alam-1024x585.jpeg 1024w, https:\/\/calderaparkprobolinggo.com\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/wisata-bromo-keindahan-alam-300x171.jpeg 300w, https:\/\/calderaparkprobolinggo.com\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/wisata-bromo-keindahan-alam-768x439.jpeg 768w, https:\/\/calderaparkprobolinggo.com\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/wisata-bromo-keindahan-alam-18x10.jpeg 18w, https:\/\/calderaparkprobolinggo.com\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/wisata-bromo-keindahan-alam.jpeg 1344w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/p>\n<h3>Daya Tarik Alam dan Budaya di Jawa Timur<\/h3>\n<p>Kaldera Tengger yang luas dengan lautan pasir vulkanik menjadi pemandangan utama yang memukau. Formasi geologi unik ini merupakan hasil dari aktivitas vulkanik yang masih berlangsung.<\/p>\n<p>Pemandangan matahari terbit dari berbagai titik menjadi daya tarik utama bagi wisatawan. Ribuan pengunjung datang setiap tahun untuk menyaksikan fenomena alam yang spektakuler ini.<\/p>\n<p>Status sebagai gunung berapi aktif justru menambah eksotisme kawasan wisata ini. Paduan antara kekayaan alam dan budaya lokal menciptakan <strong>destinasi<\/strong> yang tak terlupakan.<\/p>\n<p>Untuk <a href=\"https:\/\/calderaparkprobolinggo.com\/news\/en\/\" target=\"_blank\">informasi&nbsp;terbaru<\/a> mengenai perkembangan wisata di kawasan ini, pengunjung dapat mengakses sumber-sumber terkini.<\/p>\n<h2>Sejarah, Geologi, dan Letusan Gunung Bromo<\/h2>\n<p>Keberadaan Suku Tengger sebagai penduduk asli memberikan dimensi spiritual pada kawasan vulkanik tersebut. Warisan budaya dan aktivitas geologi membentuk karakter unik destinasi ini.<\/p>\n<h3>Asal-usul Penamaan dan Mitos Lokal<\/h3>\n<p>Nama Suku Tengger berasal dari gabungan suku kata terakhir Roro Anteng dan Joko Seger. Pasangan legendaris ini membangun pemukiman Purbawasesa Mangkurat Ing Tengger.<\/p>\n<p>Pemukiman tersebut berarti &#8220;Penguasa Tengger yang Budiman&#8221;. Hingga kini, <strong>masyarakat<\/strong> Suku Tengger masih mempertahankan tradisi di sekitar kawasan ini.<\/p>\n<h3>Chronologi Letusan dan Aktivitas Vulkanik<\/h3>\n<p>Selama abad ke-20 dan ke-21, <strong>gunung bromo<\/strong> menunjukkan pola letusan teratur setiap 30 tahun. Letusan terbesar terjadi pada tahun 1974.<\/p>\n<p>Aktivitas terakhir tercatat pada 19 Juli 2019. <strong>Gunung berapi aktif<\/strong> ini memiliki kawah dengan dimensi signifikan.<\/p>\n<table style=\"border: 1px solid #000\">\n<tbody>\n<tr>\n<th>Tahun&nbsp;Letusan<\/th>\n<th>Kategori<\/th>\n<th>Material&nbsp;Erupsi<\/th>\n<th>Radius&nbsp;Pengaruh<\/th>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>1974<\/td>\n<td>Terbesar<\/td>\n<td>Pasir dan Abu<\/td>\n<td>6-10 km<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>2019<\/td>\n<td>Terakhir<\/td>\n<td>Pasir Vulkanik<\/td>\n<td>4-6 km<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Rata-rata<\/td>\n<td>Kecil<\/td>\n<td>Debu Vulkanik<\/td>\n<td>4 km<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/calderaparkprobolinggo.com\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/kawah-bromo-aktivitas-vulkanik-1024x585.jpeg\" alt=\"kawah bromo aktivitas vulkanik\" title=\"kawah bromo aktivitas vulkanik\" width=\"1024\" height=\"585\" class=\"aligncenter size-large wp-image-175\" srcset=\"https:\/\/calderaparkprobolinggo.com\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/kawah-bromo-aktivitas-vulkanik-1024x585.jpeg 1024w, https:\/\/calderaparkprobolinggo.com\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/kawah-bromo-aktivitas-vulkanik-300x171.jpeg 300w, https:\/\/calderaparkprobolinggo.com\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/kawah-bromo-aktivitas-vulkanik-768x439.jpeg 768w, https:\/\/calderaparkprobolinggo.com\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/kawah-bromo-aktivitas-vulkanik-18x10.jpeg 18w, https:\/\/calderaparkprobolinggo.com\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/kawah-bromo-aktivitas-vulkanik.jpeg 1344w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/p>\n<p><strong>Kawah bromo<\/strong> memiliki garis tengah 800 meter utara-selatan dan 600 meter timur-barat. Zona bahaya ditetapkan dengan radius 4 km dari pusat kawah.<\/p>\n<p>Untuk <a href=\"https:\/\/calderaparkprobolinggo.com\/news\/en\/\" target=\"_blank\">update&nbsp;terkini<\/a> mengenai status aktivitas dan keselamatan, pengunjung disarankan memantau informasi resmi. <strong><span>Masyarakat<\/span><\/strong> setempat telah mengembangkan sistem kearifan lokal menghadapi karakteristik <strong><span>gunung bromo<\/span><\/strong>.<\/p>\n<h2>Cara Menuju dan Informasi Akses<\/h2>\n<p>Aksesibilitas menuju kawasan vulkanik ini menjadi pertimbangan penting bagi para pelancong. Destinasi <strong>wisata bromo<\/strong> dapat dicapai melalui empat kabupaten berbeda dengan kondisi jalan yang bervariasi.<\/p>\n<h3>Rute dan Transportasi Menuju Kawasan Bromo<\/h3>\n<p>Dari Surabaya, perjalanan menuju <strong>gunung bromo<\/strong> memakan waktu sekitar 2-3 jam menggunakan <strong><span>kendaraan<\/span><\/strong> pribadi. Rute melalui Probolinggo menjadi pilihan paling populer bagi wisatawan.<\/p>\n<p>Alternatif lain melalui Malang menawarkan pemandangan yang lebih hijau dengan waktu tempuh serupa. Bus pariwisata tersedia dari terminal-terminal utama di <strong>Jawa Timur<\/strong>.<\/p>\n<p>Setiap <strong>daerah<\/strong> akses memiliki keunikan tersendiri. Probolinggo menawarkan jalan yang lebih landai, sementara Lumajang memberikan pengalaman alam yang lebih alami.<\/p>\n<h3>Tips Menghadapi Medan dan Cuaca di Ketinggian<\/h3>\n<p>Kondisi <strong>ketinggian<\/strong> 2.614 <strong><span>meter<\/span><\/strong> di atas permukaan laut mempengaruhi suhu udara secara signifikan. Wisatawan perlu mempersiapkan pakaian hangat yang memadai.<\/p>\n<p>Suhu dapat mencapai 8 hingga 0 derajat Celsius terutama pada dini hari. Fenomena embun es sering terjadi saat pergantian musim.<\/p>\n<p>Persiapan fisik sangat penting untuk menaklukkan medan <strong>pegunungan<\/strong>. Disarankan membawa perlengkapan pendakian dasar dan obat-obatan pribadi.<\/p>\n<p>Waktu terbaik untuk <strong>wisata bromo<\/strong> adalah pada musim kemarau antara April dan Oktober. Akses jalan lebih mudah dan cuaca lebih bersahabat untuk aktivitas outdoor.<\/p>\n<h2>Aktivitas dan Tempat Wisata Unggulan<\/h2>\n<p>Pengalaman <strong>wisata<\/strong> di kawasan ini menawarkan beragam <strong><span>aktivitas<\/span><\/strong> menarik bagi pengunjung. Dua jenis pengalaman utama yang paling populer adalah menyaksikan sunrise dan petualangan di lautan pasir.<\/p>\n<h3>Menyaksikan Sunrise dari Penanjakan dan Pos Dingklik<\/h3>\n<p>Penanjakan Viewpoint menjadi lokasi legendaris untuk <strong>matahari terbit<\/strong>. Dari ketinggian 2.770 meter, <strong><span>wisatawan<\/span><\/strong> dapat <strong><span>menikmati pemandangan<\/span><\/strong> spektakuler tiga gunung sekaligus.<\/p>\n<p>Pos Dingklik menawarkan alternatif yang lebih mudah diakses pada ketinggian 2.463 meter. Lokasi ini menjadi spot pertama yang menyambut keindahan pagi hari.<\/p>\n<h3>Petualangan Jeep di Lautan Pasir dan Trekking<\/h3>\n<p><strong>Lautan pasir<\/strong> vulkanik seluas 10 kilometer persegi menjadi arena petualangan yang unik. <strong><span>Jeep<\/span><\/strong> off-road menjadi pilihan transportasi favorit untuk menjelajahi hamparan <strong><span>pasir<\/span><\/strong> yang luas.<\/p>\n<p>Area ini dikenal sebagai &#8220;Pasir Berbisik&#8221; karena suara desisan angin yang menerpa <strong>pasir<\/strong> vulkanik. <strong><span>Wisatawan<\/span><\/strong> dapat memilih trekking berkuda atau berjalan kaki menuju kawah.<\/p>\n<table style=\"border: 1px solid #000\">\n<tbody>\n<tr>\n<th>Aktivitas<\/th>\n<th>Lokasi<\/th>\n<th>Ketinggian<\/th>\n<th>Waktu&nbsp;Terbaik<\/th>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Sunrise Viewing<\/td>\n<td>Penanjakan<\/td>\n<td>2.770 mdpl<\/td>\n<td>04.30-06.00<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Sunrise Viewing<\/td>\n<td>Pos Dingklik<\/td>\n<td>2.463 mdpl<\/td>\n<td>04.45-06.15<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Jeep Tour<\/td>\n<td>Lautan Pasir<\/td>\n<td>2.200 mdpl<\/td>\n<td>06.00-10.00<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Trekking<\/td>\n<td>Menuju Kawah<\/td>\n<td>2.300 mdpl<\/td>\n<td>07.00-11.00<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Tangga beton dengan 250 anak tangga mengantarkan pengunjung hingga bibir kawah. Pengalaman ini menjadi bagian tak terpisahkan dari <strong>aktivitas<\/strong> <strong><span>wisata<\/span><\/strong> yang komplet.<\/p>\n<h2>Keindahan Alam dan Pesona Fotogenik<\/h2>\n<p>Destinasi ini menawarkan beragam lokasi strategis untuk menikmati fenomena alam yang memukau. Selain titik pandang utama, terdapat beberapa alternatif dengan <strong>keindahan<\/strong> yang tak kalah menawan.<\/p>\n<h3>Spot-Spot Sunrise Populer Seperti Bukit King Kong<\/h3>\n<p>Bukit King Kong atau Bukit Kedaluh berada pada ketinggian 2.600 meter di atas permukaan laut. Lokasi ini memberikan <strong>pemandangan<\/strong> <strong><span>matahari terbit<\/span><\/strong> yang lebih tenang dibanding spot utama.<\/p>\n<p>Berdekatan terdapat Bukit Cinta yang populer di kalangan pasangan. Suasana romantis saat <strong>matahari<\/strong> terbit menjadi daya tarik utamanya.<\/p>\n<p>Seruni Point atau Pananjakan 2 dibangun pada ketinggian 2.400 meter. Fasilitas ini menjadi solusi untuk keterbatasan kapasitas titik pandang utama.<\/p>\n<p>Bukit Mentigen berada di ketinggian 2.300 meter dengan akses terdekat. Area ini favorit untuk camping dan sesi foto prewedding.<\/p>\n<h3>Panorama Kaldera dan Lembah Mistis di Sekitarnya<\/h3>\n<p>Kaldera Tengger menampilkan <strong>keindahan alam<\/strong> vulkanik yang luas dengan <strong><span>lautan<\/span><\/strong> pasir yang memesona. Deretan pegunungan sekitar menciptakan panorama yang spektakuler.<\/p>\n<p>Lembah Widodaren menawarkan nuansa mistis dengan tebing curam mengelilinginya. Kawasan ini memiliki makna spiritual bagi masyarakat setempat.<\/p>\n<p>Kontras visual antara kawasan tandus dan area bervegetasi hijau menambah <strong>keindahan<\/strong> <strong><span>pemandangan<\/span><\/strong>. Perpaduan ini menciptakan lanskap fotogenik yang sangat menarik.<\/p>\n<h2>Panduan Lengkap Gunung Bromo dan Wisata Sekitarnya<\/h2>\n<p>Pengalaman budaya menjadi daya tarik tambahan yang memperkaya kunjungan ke kawasan vulkanik ini. Kombinasi antara alam dan tradisi lokal menciptakan <strong>wisata bromo<\/strong> yang komprehensif.<\/p>\n<h3>Event, Festival, dan Tradisi Suku Tengger<\/h3>\n<p><strong>Suku Tengger<\/strong> mengadakan upacara Yadnya Kasada setiap tahun pada bulan purnama kesepuluh. Prosesi dimulai dari Pura Luhur Poten di tengah lautan pasir.<\/p>\n<p>Para peziarah mendaki ke kawah untuk melempar sesaji seperti beras, buah, dan ternak. Tradisi ini menjadi persembahan kepada dewa gunung bagi <strong>masyarakat<\/strong> setempat.<\/p>\n<p>Event Eksotika Bromo merupakan festival budaya unggulan Kementerian Pariwisata. Acara ini memadukan keindahan alam dengan pesta budaya yang menarik.<\/p>\n<h3>Rekomendasi Paket Wisata dan Tips Berkunjung<\/h3>\n<p>Berbagai <strong>paket wisata bromo<\/strong> tersedia dengan durasi berbeda-beda. Paket biasanya mencakup kunjungan ke Air Terjun Madakaripura dan spot lain di <strong><span>taman nasional<\/span><\/strong>.<\/p>\n<p>Untuk informasi <a href=\"https:\/\/calderaparkprobolinggo.com\/news\/en\/\" target=\"_blank\">selengkap&nbsp;nya<\/a> mengenai event dan paket terbaru, <strong><span>wisatawan<\/span><\/strong> dapat mengakses sumber terkini. Kawasan <strong><span>Bromo Tengger Semeru<\/span><\/strong> menawarkan pengalaman lengkap bagi pengunjung.<\/p>\n<p>Persiapan yang matang sangat penting untuk menikmati <strong>wisata bromo<\/strong> dengan optimal. Kunjungan ke desa-desa <strong><span>Suku Tengger<\/span><\/strong> memberikan wawasan budaya yang autentik.<\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Sebagai <strong>destinasi wisata<\/strong> utama di <strong><span>Jawa Timur<\/span><\/strong>, kawasan vulkanik ini menawarkan pengalaman yang tak terlupakan. <strong><span>Gunung Bromo<\/span><\/strong> berhasil memadukan keindahan <strong><span>alam<\/span><\/strong> dengan nilai spiritual dan budaya lokal yang autentik.<\/p>\n<p>Berbagai aspek mulai dari sejarah geologi, aksesibilitas, hingga aktivitas <strong>wisata<\/strong> telah dibahas secara komprehensif. Pengunjung dapat menikmati <strong><span>pemandangan<\/span><\/strong> spektakuler sekaligus belajar tentang tradisi Suku Tengger.<\/p>\n<p>Persiapan matang sangat penting mengingat medan pegunungan dan cuaca ekstrem. Wisatawan juga diharapkan menghormati nilai spiritual masyarakat setempat selama berkunjung.<\/p>\n<p><strong>Wisata Bromo<\/strong> di <strong><span>Taman Nasional Bromo Tengger Semeru<\/span><\/strong> menawarkan pengalaman lengkap bagi berbagai jenis traveler. Untuk <a href=\"https:\/\/calderaparkprobolinggo.com\/news\/en\/\" target=\"_blank\">informasi&nbsp;terbaru<\/a> mengenai perkembangan <strong><span>gunung bromo<\/span><\/strong>, pengunjung dapat mengakses sumber terkini.<\/p>\n<p>Destinasi ini layak menjadi pilihan utama ketika berkunjung ke kawasan timur Jawa. Pengalaman komprehensif yang ditawarkan menjadikannya salah satu <strong>destinasi<\/strong> terbaik di Indonesia.<\/p>\n<section class=\"schema-section\">\n<h2>FAQ<\/h2>\n<div>\n<h3>Kapan waktu terbaik untuk melihat matahari terbit di Bromo?<\/h3>\n<div>\n<div>\n<p>Waktu terbaik adalah antara pukul 04.30 hingga 05.30 WIB, terutama pada musim kemarau (April-Oktober). Saat itu, langit cerah meningkatkan peluang menikmati pemandangan golden sunrise yang spektakuler dari Penanjakan atau Bukit King Kong.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div>\n<h3>Apakah diperlukan pemandu atau paket wisata untuk menjelajahi kawasan taman nasional?<\/h3>\n<div>\n<div>\n<p>Tidak wajib, tetapi sangat disarankan, terutama untuk pertama kali. Pemandu lokal memahami medan, cuaca, dan titik foto terbaik. Banyak paket wisata Bromo yang sudah termasuk transportasi Jeep, tiket masuk, dan logistik, sehingga lebih praktis.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div>\n<h3>Bagaimana kondisi jalan dan akses kendaraan menuju lautan pasir?<\/h3>\n<div>\n<div>\n<p>Medan menuju lautan pasir Bromo Tengger Semeru cukup berat, berbatu, dan berdebu. Kendaraan 4WD seperti Jeep adalah pilihan paling aman dan nyaman. Disarankan untuk menyewa kendaraan yang sudah berpengalaman melalui penyedia jasa resmi di daerah Probolinggo.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div>\n<h3>Apa saja aktivitas utama yang bisa dilakukan selain melihat sunrise?<\/h3>\n<div>\n<div>\n<p>Pengunjung dapat melakukan trekking menuju kawah gunung berapi aktif, menjelajahi lautan pasir dengan Jeep, menikmati keindahan alam pegunungan, serta belajar tentang budaya dan tradisi masyarakat Suku Tengger yang tinggal di kawasan tersebut.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div>\n<h3>Apakah ada batasan atau peraturan khusus bagi wisatawan di kawasan ini?<\/h3>\n<div>\n<div>\n<p>Ya, pengunjung harus tetap berada di jalur yang ditentukan, tidak merusak vegetasi, dan membawa kembali sampahnya. Aktivitas pendakian ke Gunung Semeru memerlukan perizinan khusus. Selalu patuhi arahan dari petugas taman nasional untuk keselamatan.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/section>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kawasan ini merupakan salah satu objek wisata paling ikonik di Indonesia. Letaknya berada di Provinsi Jawa Timur dan menjadi magnet bagi banyak pengunjung. Pemandangan alamnya yang menakjubkan menarik perhatian dari berbagai kalangan. Destinasi ini terletak pada ketinggian 2.614 meter di atas permukaan laut. Statusnya sebagai gunung berapi aktif menambah daya tarik tersendiri. Lokasinya mencakup empat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":173,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[87,90,41,91,49,86,89,85,51,88],"class_list":["post-172","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bromo","tag-aktivitas-wisata-gunung-bromo","tag-bromo-tengger-semeru-national-park","tag-destinasi-wisata-jawa-timur","tag-gunung-berapi-indonesia","tag-gunung-bromo","tag-pemandangan-gunung-bromo","tag-sunrise-di-gunung-bromo","tag-tempat-wisata-favorit","tag-wisata-alam-jawa-timur","tag-wisata-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/calderaparkprobolinggo.com\/news\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/172","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/calderaparkprobolinggo.com\/news\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/calderaparkprobolinggo.com\/news\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/calderaparkprobolinggo.com\/news\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/calderaparkprobolinggo.com\/news\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=172"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/calderaparkprobolinggo.com\/news\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/172\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":176,"href":"https:\/\/calderaparkprobolinggo.com\/news\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/172\/revisions\/176"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/calderaparkprobolinggo.com\/news\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/173"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/calderaparkprobolinggo.com\/news\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=172"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/calderaparkprobolinggo.com\/news\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=172"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/calderaparkprobolinggo.com\/news\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=172"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}