Banyak orang mengira trip Bromo bisa disambi: berangkat subuh dari Surabaya atau Malang, lihat sunrise, pulang. Bisa, tapi jarang berakhir enak. Kami sering menerima tamu yang mencoba cara itu dan sampai viewpoint dengan wajah lelah. Ini alasan kenapa tidur dekat Bromo malam sebelumnya mengubah segalanya.
Sunrise berangkat lebih pagi dari yang kamu kira
Jeep sunrise dari Cemoro Lawang umumnya jalan pukul 2.30 sampai 3.00 dini hari. Kalau kamu masih di Surabaya, artinya kamu harus berangkat sekitar tengah malam dan menyetir dua tiga jam dulu sebelum bahkan naik jeep. Tidur? Nyaris tidak ada.
Jalur menanjaknya bukan jalan biasa
Rute ke Cemoro Lawang berkelok dan menanjak tajam, gelap, kadang berkabut. Menyetir dalam kondisi kurang tidur di jalan seperti ini bukan ide bagus. Menginap dekat gerbang memangkas bagian paling melelahkan sekaligus paling berisiko dari perjalanan.
Cuaca dan tubuhmu
Dini hari di bibir kaldera bisa 3 sampai 5 derajat. Tubuh yang cukup istirahat jauh lebih tahan dingin. Tamu yang begadang semalaman biasanya yang paling cepat menggigil dan paling ingin cepat pulang, padahal baru sampai.
Pola yang kami sarankan
Datang sore atau malam, tidur cukup di basis dekat Bromo (Cemoro Lawang untuk yang mau sedekat mungkin, atau kota Probolinggo untuk yang mau hangat), lalu berangkat segar. Kami atur jam jemput jeep menyesuaikan tempatmu menginap. Bandingkan dua basis itu di Probolinggo atau Cemoro Lawang.
Mau tidur cukup dulu sebelum sunrise? Lihat kamar kami atau chat WhatsApp. Jam jeep menyesuaikan musim, konfirmasi dulu.